Ungaran, Potretdesa.com - Sedikitnya 190  Sekertaris Desa dari 208 Sekdes se kabupaten Semarang yang tergabung dalam Forsekdesi (Forum Sekertaris Desa Indonesia) ikuti kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Tata naskah peraturan di desa dan E Reporting  yang berlangsung di Balai Desa Jetis kecamatan Bandungan Rabu 31 Juli 2019.

Kepada potretdesa.com ketua Forsekdesi Muhammad Masukin SE menjelaskan selama ini masih ada Sekdes yang belum memahami akan E Reporting, untuk itu dengan kegiatan ini diharapkan akan mampu menjawab kesulitan Sekdes Selama ini “dalam kegiatan kali ini kami menghadirkan  nara sumber dari Dispermasdes yang akan menjelaskan Soal E reporting dan Dana transfer 2019, apalagi  selaku sekdes dalam satu  tahun harus ada 3 Perdes yang dihasilkan” ungkap Masukin yang juga Sekdes Kauman Lor Pabelan ini.

Masukin menambahkan kegiatan kali ini juga merupakan program kerja Forsekdesi tahun 2019.

Sementara itu Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dispermasdes Kabupaten Semarang Aris Setyawan berharap usai kegiatan ini para sekdes semakin mampu menguasai apa E reporting.

“saat  ini pemerintah pusat sedang getol getolnya membangun desa,  sesuai semanggat  UU desa yakni  membangun desa yang lebih maju, apalagi  Dalam prakteknya perangkat desa terutama sekdes memegang peranan penting, terlebih  sekdes selaku koordinator administrasi didesa dimana jika  kades ada halangan biasanya diwakilkan  ke sekdes,” ungkap Aris.

Aris menambahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang kini tengah  mengembangkan inovasi pelaporan dana transfer desa berbasis teknologi informasi (e-Reporting) untuk  mempermudah proses laporan penggunaan dana transfer desa. “Sistem pelaporan ini akan mempermudah, mempercepat sekaligus melaporkan kondisi  terkini penggunaan dana transfer desa. Sehingga akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana akan lebih baik dan terjaga,” tambah   Aris Setyawan.

Aplikasi e-reporting dana transfer desa ini dinilai Aris akan mempermudah pengelolaan dana oleh masing-masing pemerintah desa. Sebab dana yang diterima rata-rata lebih dari Rp 1 miliar tiap desa. Pada tahun 2019 ini, dana transfer yang diterima 208 desa di Kabupaten Semarang mencapai Rp 304,130 miliar lebih. Dana itu terdiri dari dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD) dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD). Dari sejumlah desa tersebut, Desa Batur Kecamatan Getasan menerima dana transfer terbesar Rp 2,25 miliar lebih. Sedangkan desa Diwak Kecamatan Bergas menerima dana transfer terkecil yakni Rp 1,15 miliar.

Sekretaris Desa Ketapang  kecamatan Susukan Kuh Hadiyanto mengaku senang dengan kegiatan Bintek ini “saya terbantu setelah mencoba aplikasi ini bahkan  tidak mengalami kesulitan saat  menggunakannya karena Aplikasi lebih sederhana dan mudah dibanding aplikasi  sebelumnya” ungkap Kevin yang juga tercatat sebagai sebagai kepala bidang Advokasi Hukum Fordesi ini. (Arief Syarifudin)