Kades Susukan Joni Anwar melihat dari dekat proses pembuatan kolam lele.
Ungaran, potretdesa.com - Sedikitnya 22 petani yang tergabung dalam kelompok tani Ngudi Makmur 3 yang diketuai oleh Syamroni  asal Desa Deresan Kecamatan Susukan  belajar membuat kolam lele di dusun Jembangan desa Sruwen Kecamatan Tengaran, Belum lama ini.

Kedatangan mereka yang di dampingi Kades Deresan Joni Anwar ke kolam lele tersebut ingin melihat secara langsung proses beternak lele mulai dari membuat kolam, memberi pakan hingga cara panen yang benar “kami sengaja datang ke kolam lele di Jembangan karena tertarik dengan pemberdayaan masyarakatnya, apalagi sekarang masyarakatnya mulai berkembang  setelah mereka beternak lele” ungkap kades Joni kepada potretdesa.com.

Joni berharap apa yang ada didesa Sruwen bisa diadopsi kepada masyarakatnya, dimana saat ini banyak warganya yang menanam padi namun hasilnya kurang maksimal, pihaknya berharap dengan beternak lele bisa menambah income petani.

Ketua kelompok tani Ngudi Makmur 3 Syamroni menjelaskan dari 74 anggotanya sebagian besar saat ini menanam padi. Namun belakangan hasilnya kurang bagus sehingga jika ada alternatif lain yang menghasilkan maka akan dicoba “kalo sekarang menanam padi hasilnya kurang maksimal sehingga anggota kelompok kesulitan untuk mendapatkan hasil lebih,” papar Syamroni lesu.

Bagi Syaebani peternak lele asal Jembangan yang lokasinya dijadikan arena belajar bagi petani Deresan mengaku senang bisa menularkan ilmnya, dia mengaku jika dulu sebagian besar petani di Jembangan menanam padi namun kini sebagian sudah beralih ke ternak lele yang hasilnya jauh menguntungkan. “ jika dibandingkan dengan usaha pertanian beternak lele lebih menguntungkan bahkan didusun Jembangan saat ini sudah ada lebih dari 350 kolam milih 17 peternak lele, yang rata rarta per bulan menghasilkan 4 ton lebih,” papar bani

Pantauan Potret Desa ke 22 petani tersebut datang langsung praktek cara membuat kolam ikan yang benar, memberi pakan serta memanem agar lele yang diambilnya tidak terlalu kecil dan layak konsumsi, bahkan banyak diantara peserta yang bertanya banyak hal, termasuk soal modal pembuatan kolam, cara mendapatakan bibit serta pemasaranya nanti.

Bahkan diakhir acara praktek banyak juga petani yang tertarik hingga mereka memutuskan untuk segera membuat kolam sehingga diharapkan diakhir tahun sudah bisa panen (rief)